Mendaki Gunung Lewati Lembah, Bukan Entah

Mendaki gunung lewati lembah.

Sungai mengalir indah ke samudera.

Bersama teman bertualang.

***

Sudah lewat pukul sebelas malam, sebetulnya saya masih belum bisa beranjak ke tempat tidur dulu. Masih ada perlengkapan yang harus dimasukkan ke dalam kerier, pula diatur sedemikian rupa agar muat pas dan nyaman ketika menempel di atas punggung.

Ohh iya, saya hampir lupa dengan daftar logistik dan perlengkapan yang harus saya tulis dan rapikan lagi. Untung teringat, sekalian memeriksa ulang, kalau-kalau ada yang terluput.

Tapi mata saya sudah mengantuk. Dan obatnya yang paling manjur adalah tidur.

Besok pagi-pagi sekali saya akan berangkat mendaki gunung. Sesuatu yang tidak pernah saya rencanakan sebetulnya, setidaknya hingga kemarin siang. Karena satu dan lain hal, dari Bali saya batal pergi ke Sumba dan justru menyeberang ke Lombok.

Tapi tak apa, dari awal berangkat saya sudah bersiap untuk menerima ketidakpastian yang mungkin terjadi dalam perjananan kali ini. Barangkali yang kemarin adalah satu di antaranya.

Lagipula, hidup memang dipenuhi hal-hal yang tidak pasti, bukan? Di situ lah sisi menariknya.

f6f31-p1020456

Mataram, Juni 2014.

PS : Tiga kalimat paling atas adalah lirik lagu Ninja Hattori. Tiba-tiba terlintas begitu saja di kepala. Lagunya riang sekali. Dan saya ngantuk sekali, packing pun tertunda esok pagi. Dasar pemalas.

Author: anggafirdy

Orang-orang kebanyakan saja. Suka melamun, dan melantur sesudahnya. Sedikit membaca, dan lebih sedikit lagi menulis. Sebelum di sini, dulu berumah maya di menarakayu.blogspot.com. Barangkali kita pernah bersitatap di pojok gigs band-band tak terkenal, atau bertemu punggung ketika sedang mengantri di toilet terminal. Oh iya, saya bisa ditemui pula di akun twitter @anggafirdy.

1 thought on “Mendaki Gunung Lewati Lembah, Bukan Entah”

Leave a Reply

Your email address will not be published.