Membaca Puisi Berjudul “Misa Arwah”

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah puisi yang rasanya bagus sekali. Ada sensasi aneh yang menyeruak begitu mengikuti kata demi kata yang menyusunnya.

Seperti ada tengara yang datang dengan terbata. Seperti haru yang datang dengan ragu-ragu. Seperti penyesalan yang memang sengaja diterlambatkan. Seperti rasa yang dipendam dan tak hendak akan disampaikan.

Kau tahu, ini seperti… Ahh, sepertinya jendela kamar memang sudah waktunya harus dibuka.

***

Misa Arwah
oleh Dea Anugrah.

sebab kecemasan itu tak pernah selesai
kini kutempatkan diri
di antara wajah pucat rumah duka
dan kaca-kaca jendelanya
yang memantulkan kegetiran tak bernama

kulihat orang-orang menyanyi dan berdoa bersama
cahaya memancar dari telapak tangan mereka yang terbuka
tetapi langit telah menjadi sekeping logam,
terlalu keras dan menyilaukan
bagi segala yang berasal dari manusia

di sudut jauh, di bawah bayangan salib yang jenuh
seorang perempuan tua
menyeka sudut-sudut matanya yang basah
dan mensucikan kesedihan
sebagai miliknya sendiri

sebab kecemasan itu tak pernah selesai
begitu mudah sunyi menyelinap
lalu bekerja dalam diriku

sembari menunduk dalam-dalam
kuraba gelang pemberianmu. dan diam-diam
tubuhku gemetar, menahan sepenggal keharuan
yang mungkin tak akan pernah kita percakapkan.

***

Di sana, di belahan dunia yang lainnya, ia tahu, tapi lebih memilih untuk tidak tahu.

Jakarta, Februari 2015.

PS : Buku kumpulan puisi karya Dea Anugrah, Misa Arwah, sudah diterbitkan pada bulan Februari ini. Kataku, akan ada banyak sekali puisi bagus di sana. Tapi, semoga kau tak lantas percaya begitu saja. Kau bisa membaca sendiri dan membuktikannya.

Author: anggafirdy

Orang-orang kebanyakan saja. Suka melamun, dan melantur sesudahnya. Sedikit membaca, dan lebih sedikit lagi menulis. Sebelum di sini, dulu berumah maya di menarakayu.blogspot.com. Barangkali kita pernah bersitatap di pojok gigs band-band tak terkenal, atau bertemu punggung ketika sedang mengantri di toilet terminal. Oh iya, saya bisa ditemui pula di akun twitter @anggafirdy.

Leave a Reply

Your email address will not be published.