Kawan Kopi

12088111_10207086388550995_5292198773801067341_n

Perayaan Hari Kopi International yang jatuh pada hari ini mau tak mau menarik ingatan saya pada salah seorang kawan baik.

Banyak dari kawan saya yang merupakan pecandu minuman kopi, dari kopi sachet harga seribuan hingga kopi premium yang kadang-kadang harga satu cangkirnya bisa membuat saya ingin mengelus dada (saya sendiri tentunya).

Dari sekian kawan saya itu, ada satu orang diantaranya yang pernah memiliki riwayat unik dalam menikmati minuman pahit yang mulanya berasal dari Ethiopia ini. Ia yang dimaksud adalah orang yang saya sebutkan di paragraf pertama tulisanĀ ini.

Pada sebuah masa yang sudah lampau, tak lazim seperti kita yang biasa menikmati kopi dengan cara meminumnya, kawan saya ini, disaksikan oleh puluhan pasang mata yang lantas tergumam-gumam, menggunakan kopi yang dihidangkan di hadapannya itu untuk mencuci muka.

Betul. Anda tak salah baca, Bung dan Nona. Cuci muka menggunakan kopi. Dengan kaffah dan penuh kesadaran diri.

Tentu saja ada sebab muasal untuk kelakuan janggalnya tersebut, tapi biar ia sendiri yang kelak akan meriwayatkan kisah tersebut kepada anak dan cucunya, agar supaya sanad-nya jelas dan mencapai derajat mutawatir.

Sementara ini, biar lentingan kabar-kabar burung saja yang beredar. Toh memang cerita ini tak perlu-perlu amat buat diluruskan dalam jangka waktu yang dekat. Bahwa pada dasarnya ia memang gemar raup kopi, pengetahuan itu saja sudah teramat cukup bagi kita.

Dan omong-omong, kalau kau penasaran siapa kawan saya itu, ia ada di dalam foto yang kau lihat pada tulisanĀ ini. Pun foto itu saya comot begitu saja dari akun Facebook-nya.

Dan satu lagi, kalau kau kebetulan membaca bualanku tentang hobi anehmu itu, Kres, harap saudara mencamkan baik baik kalimat yang akan saudara baca setelah ini : “Ayo ngopi. Tur tenanan. Ojo mandeg dadi wacana wae..”

Jakarta, Oktober 2015.

PS : Diunggah ulang dari Instagram.

Author: anggafirdy

Orang-orang kebanyakan saja. Suka melamun, dan melantur sesudahnya. Sedikit membaca, dan lebih sedikit lagi menulis. Sebelum di sini, dulu berumah maya di menarakayu.blogspot.com. Barangkali kita pernah bersitatap di pojok gigs band-band tak terkenal, atau bertemu punggung ketika sedang mengantri di toilet terminal. Oh iya, saya bisa ditemui pula di akun twitter @anggafirdy.

Leave a Reply

Your email address will not be published.