Selamat Pagi, Selamat Datang di Pecel Lele Lela

Sore ini saya mendapat sebuah pengalaman yang cukup menarik. Sepulang dari toko buku, melihat waktu berbuka puasa yang tinggal beberapa saat lagi, saya segera bergegas untuk mencari tempat untuk berbuka puasa.

Setelah beberapa saat saya berkendara, akhirnya saya berhenti di salah satu warung makan di daerah Buah Batu. Pecel Lele Lela namanya.

“Selamat Pagi, Selamat Datang di Pecel Lele Lela,” begitulah sapaan yang di ucapkan seluruh karyawan di warung Pecel Lele Lela ketika saya memasuki warung tersebut. Agak kaget dan salah tingkah sendiri saya disambut ucapan seperti itu.

Seperti tertera di salah satu poster di dinding warung tersebut, nampaknya baik siang atau malam hari, pengunjung akan tetap di sambut dengan sapaan selamat pagi, yang diucapkan serentak secara bersama-sama oleh seluruh karyawan warung.

daac0-iy0x07

Kata-kata memiliki kekuatan sugesti yang sangat kuat kepada seseorang, baik disadari ataupun tidak. Nampaknya ini disadari betul oleh pemilik warung makan Pecel Lele Lela ini. Ucapan “Selamat Pagi” yang diucapkan kepada pengunjung akan membentuk pikiran positif kepada mereka.

Seyogyanya ucapan “Selamat Pagi” menandakan saat hari masih pagi, saat untuk memulai aktivitas, dengan semangat baru, pikiran yang fresh dan ide-ide yang cemerlang. Dan memang seperti itulah yang mungkin diharapkan oleh si pemilik warung. Bahwa ketika pengunjung menginjakkan kaki keluar dari warung, telah tertanam di benaknya, bahwa saat itu masih “pagi”. Saatnya menyongsong hari dengan semangat baru, seperti ketika kita memulai beraktivitas di pagi hari tadi.

***

“Mau pesan apa, Mas?” lamunan saya mendadak terhenti.

“Liat menunya, Mas?”

Lantas diulurkannya selembar kertas berisi menu kepada saya. Sejurus kemudian mata saya telah tertuju pada salah satu menu yang tertera di kertas tersebut. Lele goreng kremes dan sebotol air mineral menjadi menu buka puasa saya sore ini.

Perut telah terisi, saatnya melanjutkan aktifitas lagi, dengan semangat pagi hari. Seperti kata Pecel Lele Lela “Selamat Pagi, Selamat Datang di Pecel Lele Lela”.

Bandung, Agustus 2011.

Pulang

Perlahan tapi pasti, udara panas semerbak mengalir di antara celah-celah kecil jendela halte. Panas memang. Tapi entah kenapa ia terasa sangat nyaman, menyejukkan bahkan. Kehadirannya serasa memutar kembali semua memori tentang tempat ini.

Ini hari, setelah sekian lama, akhirnya tiba juga waktuku untuk pulang. Mudik, seperti kebanyakan masyarakat kita menyebutkannya demikian. Berbulan bulan melewati segala persoalan, hari ini menjadi teramat sangat istimewa.

Lama aku menunggu, akhirnya ia datang juga. Sebuah bus berukuran sedang bercat hijau berhenti tepat di depanku. Secara perlahan pintu pun terbuka, dan seketika itu pula kutemui seulas senyum kecil tersungging dari wajah seorang pemuda yang berdiri tepat di samping pintu bus. Pemuda itu tampak canggung. Namun aku tahu dari wajahnya terpancar semangat. Apapun semangat itu, terasa sangat menyenangkan. Continue reading “Pulang”