Teman Saya Menonton Temennya Teteh

Berada di dalam Halte Dukuh Atas I, di atas bangku yang tersusun dari empat buah pipa besi yang disusun sedemikian rupa, Yudha duduk termenung sendiri. Di dekatnya, dalam kerumunan yang terbaris tidak teratur, para penumpang yang lain sedang menunggu kedatangan armada bus Transjakarta. Ada suara-suara percakapan yang terdengar dari sana. Sesekali juga gelak dan tawa yang kemudian mengikuti.

Memandang ke arah luar, mobil-mobil dan satu-dua sepeda motor melaju dengan kecepatan yang sedang. Terlihat jejak-jejak air di beberapa bagian jalanan. Pada Minggu siang yang beratap langit mendung itu, ruas Jalan Jendral Sudirman tampak padat oleh arus kendaraan.

Sekira lewat setengah jam Yudha berada di situ. Beberapa bus Transjakarta yang datang dibiarkannya lewat begitu saja. Ia masih menunggu kedatangan dua orang kawannya; seorang masih menunggu kereta di Stasiun Tanah Abang, sementara yang seorang lagi sedang berada di dalam bus yang bergerak dari daerah Pasar Senen menuju ke Harmoni.

Sebetulnya hari itu ia sudah punya rencana lain yang akan ia lakukan. Yudha hendak datang berkunjung ke sebuah pameran IT yang diadakan di salah satu gedung pertemuan di Jakarta. Hingga pada pagi tadi Yasser Nurhuda, kawannya dari SMA, mengirim pesan lewat Whatsapp dan mengajaknya untuk menghadiri diskusi dan peluncuran buku di Pasar Santa.

Processed with VSCOcam with f2 preset

“Yudh, mari jalan-jalan. Biar jiwamu lebih sehat. Aku dan Wisnu berencana datang ke peluncuran buku,” begitu pesan dari Yasser sembari menyebutkan Halte Dukuh Atas sebagai titik pertemuan.

Continue reading “Teman Saya Menonton Temennya Teteh”

Telpon Aku, Kau Kuderek

Rono duduk dengan gelagat yang tidak anteng. Sebentar-sebentar ia berganti posisi, sembari melirik ke arah layar ponselnya, Nokia tipe kuno yang layarnya masih monochrom itu. Sesekali diraihnya lembaran kertas tipis berwarna merah muda dari atas dashboard. Di depan mukanya, ia menatap kertas tersebut lekat-lekat. Tertera beberapa baris nomor telepon di atas sana.

Karena cuaca cukup terik, tak cukup hanya dengan membuka satu pintu, jendela sebelah kanan mobilnya pun Rono buka lebar-lebar. Dari situ angin yang terbawa dari jalan raya melesak masuk ke dalam mobilnya, truk derek berkelir putih yang sedang ia parkir di dekat Polsek Latuharhari.

Processed with VSCOcam with hb2 preset

“Nggak tau nih orangnya kok belum telpon ke saya lagi,” ujarnya sambil memasukkan lagi ponsel ke saku kemejanya. Continue reading “Telpon Aku, Kau Kuderek”

Mendengarkan Musik di Kereta

Ia berdiri di dekat pintu. Tangan kirinya berpegangan pada gelang plastik berwarna kuning yang menggantung dari atap kereta. Satu tangan yang lain, ia menggunakannya untuk memegang sebuah buku; jempol dan jemari telunjuknya diregangkan guna menyangga halaman buku yang terbuka seperti sayap kupu-kupu tersebut.

Jika kau ada di dekatnya, kau bisa melihat ia membaca dengan kecepatan yang tinggi, matanya bergerak cekat sekali. Seperti melompat-lompat dari satu kata langsung ke beberapa kata di depannya.

Kau tentu paham bagaimana ramainya kereta pagi-pagi di Jakarta. Apalagi pada hari Senin seperti ini. Orang-orang yang berjejalan di dalam gerbong, dengan tatapan mata kosong seperti tak punya semangat hidup, mirip dengan para Yahudi yang hendak dibawa ke Auschwitz oleh Pemerintah NAZI. Continue reading “Mendengarkan Musik di Kereta”

Di Sekitar Tugu Monas

12234931_10207318171185416_1331867356383236961_n___

Saya sedang terpekur dengan khusyu’ ketika seseorang yang entah dari mana datangnya tiba-tiba menghampir ke tempat saya duduk, sebuah bangku besi dengan cat mengelupas yang berada di atas trotoar. Sudah hampir tengah malam saat itu, meski kendaraan masih saja ramai berlalu-lalang. Mungkin karena besok adalah hari Minggu.

Ia bilang kalau hendak pergi menemui salah seorang kawannya di daerah Kampung Melayu, tetapi tidak tahu apa kendaraan umum yang harus dinaikinya. Saya bilang kepadanya, jika sudah larut malam begini, hampir mustahil kalau ada kendaraan umum yang masih beroperasi. Mungkin taksi, lanjut saya kepadanya. Continue reading “Di Sekitar Tugu Monas”