Jatuh dan Tertawa

Sudah jatuh, tertimpa tangga.

Sering sekali saya mendengar orang menggunakan peribahasa barusan untuk menggambarkan nasib sial yang datang beruntun. Belakangan, entah kenapa, begitu mendengar atau membaca peribahasa tersebut, sosok yang kemudian terlintas di benak saya adalah seorang tukang bangunan dari kampung saya dulu.

Di kampung saya, sudah jamak jika orang pergi merantau. Tidak terkecuali tukang bangunan yang baru saja saya sebutkan itu. Maka pada suatu hari yang cerah selepas Lebaran, atas ajakan beberapa tetangganya, pergilah ia merantau ke kota. Melempar harap, mengadu nasib, atas kehidupan yang lebih baik.

Untitled

Lagipula, jika hanya bertahan di kampung, penghasilannya tidak pernah menentu. Kebutuhan terhadap pekerja bangunan tidak selalu ada setiap harinya. Continue reading “Jatuh dan Tertawa”

Tiga Setengah Inci

Suatu hari, muncul keriuhan di linimasa Twitter yang menarik perhatian saya. Pemicunya adalah perilisan album (single/maxi-single?) dari sebuah band independen lokal asal Bandung.

Keriuhan muncul bukan karena band atau musik yang dibawakan, tetapi lebih kepada format rilisan yang dipakai. Bayangkan saja, format yang dipakai bukanlah CD, kaset atau vinyl (piringan hitam), melainkan 3½” floppy-disk.

Ohh, tidak pernah dengar apa itu 3½” floppy-disk? Disket, Bung, disket. Itu lho yang bentuknya tipis, hampir persegi dan terkadang punya warna-warna yang mencerahkan mata. Luar biasa cult memang.

 

swells-banal-foppy-disk

Swells, band yang dimaksud di atas, melepas rilisan bertitel Banal di bawah naungan label rekaman independen lokal yang belakangan punya beberapa rilisan maut, Wasted Rockers Recordings.

Continue reading “Tiga Setengah Inci”

Membaca Hujan Bulan Juni di Dalam Kereta

Seperti sedang berada di dunianya sendiri, khusyuk betul perempuan itu menekuri buku yang dipegangnya dengan kedua tangan itu. Penumpang yang sesekali berhilir mudik dan laju kereta komuter yang kadang berguncang-guncang seolah tak menjadi gangguan untuknya.

Processed with VSCOcam with t1 preset

Di dalam kepala saya setidaknya ada dua kemungkinan yang mungkin menjadi alasannya : pertama, ia memang kutu buku atau kedua, buku yang dibacanya sangatlah menarik. Kemungkinan kedua inilah yang kemudian membuat saya jadi kepikiran cukup lama. Continue reading “Membaca Hujan Bulan Juni di Dalam Kereta”