Pulang

Perlahan tapi pasti, udara panas semerbak mengalir di antara celah-celah kecil jendela halte. Panas memang. Tapi entah kenapa ia terasa sangat nyaman, menyejukkan bahkan. Kehadirannya serasa memutar kembali semua memori tentang tempat ini.

Ini hari, setelah sekian lama, akhirnya tiba juga waktuku untuk pulang. Mudik, seperti kebanyakan masyarakat kita menyebutkannya demikian. Berbulan bulan melewati segala persoalan, hari ini menjadi teramat sangat istimewa.

Lama aku menunggu, akhirnya ia datang juga. Sebuah bus berukuran sedang bercat hijau berhenti tepat di depanku. Secara perlahan pintu pun terbuka, dan seketika itu pula kutemui seulas senyum kecil tersungging dari wajah seorang pemuda yang berdiri tepat di samping pintu bus. Pemuda itu tampak canggung. Namun aku tahu dari wajahnya terpancar semangat. Apapun semangat itu, terasa sangat menyenangkan. Continue reading “Pulang”

Navigasi Darat THA 36 di Gunung Merbabu

Udara dingin kian tak terasa ketika kami berjalan melintasi jalan yang dibentuk meyerupai anak tangga itu. Maklum, beban berat dan jalan menanjak membuat tubuh kami terus menerus mengeluarkan keringat.

Sore itu, kami baru saja meninggalkan Dusun Wekas, sebuah kampung kecil di kaki Merbabu yang sekaligus juga menjadi pintu masuk ke Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Pesona alamnya yang menakjubkan serta merta menjadikan gunung yang berdiri bersebelahan dengan Gunung Merapi ini menjadi favorit pendakian di Provinsi Jawa Tengah.

Hari itu, Sabtu, 24 Januari 2009 kami berlima; saya, Yaser, Kresna, Sonny dan Damara sedang melakukan pendakian ke Gunung Merbabu dalam rangka Pendidikan Lanjut Navigasi Gunung THA XXXVI. Sebuah kegiatan yang diadakan dalam rangka mengenalkan dan memberikan bekal pengetahuan tentang dasar dasar ilmu navigasi darat. Kegiatan ini diperuntukkan bagi angkatan XXXVI, angkatan termuda di THA yang baru sebulan yang lalu telah selesai kami diklat. Continue reading “Navigasi Darat THA 36 di Gunung Merbabu”