Pendakian Puncak Agung, Tempat Suci Masyarakat Hindu Bali

Tiba tiba angkot hijau yang kami carter itu berhenti, tepat sebelum belokan. Seorang laki laki yang tampaknya sudah berusia cukup lanjut ternyata menghentikan kendaraan kami. Bapak itu berpakaian adat khas Bali, mengenakan udeng, kemeja putih dan kain jarik yang terlilit rapih di badannnya. Beliau menghampiri mobil kami dan mengatakan sesuatu. Kami mengangguk-angguk, sambil menahan senyum karena sebenarnya sama sekali tidak paham dengan apa yang beliau ucapkan. Untungnya sopir mobil kami bisa menjelaskan maksud bapak tersebut, kami harus turun untuk bersembahyang terlebih dahulu sebelum menuju Pura Pasar Agung. Untuk keselamatan katanya.

f8a72-img_2111

Setelah beberapa saat berembug akhirnya hanya Bedul, Bagus, Adi dan Cirit yang turun. Mereka berempat nanti akan dijemput lagi oleh angkot carteran kami. Sisanya langsung melanjutkan perjalanan saat itu juga, menuju Pura Pasar Agung yang letaknya memang sudah tidak jauh lagi. Waktu yang sudah menunjukkan pukul 11.00 mengindikasikan bahwa kami harus mempercepat pergerakan, menyesuaikan jadwal makan siang yang sudah tidak lama lagi. Continue reading “Pendakian Puncak Agung, Tempat Suci Masyarakat Hindu Bali”

Mengarungi Sungai Cisangkuy

Perahu bergerak semakin cepat mengikuti derasnya aliran sungai yang luasnya makin menyempit. Tampak di depan kami sebuah batu besar menyembul dari permukaan air, memecah mainstream menjadi dua jalur. Kami bertujuh tidak boleh membuang waktu.

Kami harus segera memilih jalur mana yang harus dilewati perahu kami. Aku menunggu komando Tumingkel, skipper perahu kami. “Dayung maju !!!” kata Tumingkel. Perahu bergerak semakin cepat, semakin dekat jarak kami ke batu tersebut. Namun mendadak tiba tiba arah perahu kami agak miring. Tumingkel tampak berusaha mengarahkan perahu kami ke sisi kiri, namun terlambat.

“Boooooom..”

Mengarungi Sungai Cisangkuy

Perahu menabrak batu tersebut dengan kencang. Menumpahkan seluruh isinya ke dalam derasnya sungai. Kami semua terlempar keluar.

Secara refleks aku segera bergerak menuju tepian sungai. Dengan dibantu Handung yang sudah berhasil menepi ke daratan, kakiku berhasil menapak ke tanah. Pun demikian dengan tiga orang personel perahu kami yang lain. Namun dua orang masih terperangkap di tengah aliran sungai. Tumingkel terlihat berusaha memegangi tubuh Toat yang terhempas derasnya arus sungai. Mereka berdua berpegangan di batu yang tadi kami tabrak. Walaupun sempat terjadi kepanikan, namun dengan cepat kami mampu mengendalikan keadaan. Kami segera merescue mereka ke tepian sungai dengan bantuan tali. Syukurlah berjalan dengan lancar .

Continue reading “Mengarungi Sungai Cisangkuy”

Menapaki Puncak Tertinggi Pulau Lombok

Hamparan awan yang menggulung tampak jelas di kejauhan. Angin masih kencang berhembus, tetap menyiksa tubuh kami yang sudah terbalut beberapa lembar pakaian. Kelelahan di tubuh kami rasanya sudah memuncak, namun puncak Rinjani sudah terlihat sangat jelas di depan mata. Tidak sedikitpun terlintas di pikiran kami untuk menyerah.

515c5-100_8117

Jam di layar handphone sudah menunjukkan pukul 05.00. Venus, sang bintang fajar, masih lamat lamat terlihat di langit sebelah timur. Langit mulai tampak merekah. Cahaya kemerahan yang muncul seperti titik api perlahan mulai mewarnai gelapnya langit. Meskipun begitu, masih terlalu dini bagi kami untuk mematikan headlamp yang kami pakai. Langkah kecil kaki kami masih membutuhkan pemandu dalam meniti curamnya bibir kaldera.

Begitu sampai di sebuah dataran yang cukup landai, kami memutuskan untuk sejenak beristirahat. Nafas kami memburu, berusaha untuk menghirup sebanyak-banyaknya oksigen. Suhu udara yang dingin dan rasa lelah yang luar biasa memaksa tubuh kami membakar kalori yang dimilikinya semaksimal mungkin. Continue reading “Menapaki Puncak Tertinggi Pulau Lombok”

Pendakian Gunung Burangrang Pada Diklan Search And Rescue JR

Udara terasa semakin panas aku rasakan ketika kami berjalan melintasi sebuah jalan yang dipenuhi dengan batu batu itu. Maklum, beban berat dan jalan menanjak membuat tubuh kami terus menerus mengeluarkan keringat. Siang  itu, kami berlima, Aku, Kresna, Blasius, Yovie dan Sigit baru saja meninggalkan sebuah kampung kecil di kaki Gunung Burangrang, sebuah desa yang sekaligus juga menjadi pintu masuk ke kawasan pelatihan TNI Situ Lembang.

18426-dsc05681

Siang itu kami sedang menjalani pendidikan lanjur SAR. Sesuai dengan namanya, dalam kegiatan ini kami akan mempelajari dan mempraktekkan bagaimana sebuah operasi SAR dilaksanakan, khususnya adalah operasi SAR di medan gunung hutan. Kami akan melakukan simulasi pencarian korban yang hilang ketika melakukan pendakian. Pendidikan lanjut SAR ini diadakan pada 30 Mei – 2 Juni 2008, berlokasi di Kawasan Gunung Burangrang, Lembang, Jawa Barat. Continue reading “Pendakian Gunung Burangrang Pada Diklan Search And Rescue JR”