Membaca Hujan Bulan Juni di Dalam Kereta

Seperti sedang berada di dunianya sendiri, khusyuk betul perempuan itu menekuri buku yang dipegangnya dengan kedua tangan itu. Penumpang yang sesekali berhilir mudik dan laju kereta komuter yang kadang berguncang-guncang seolah tak menjadi gangguan untuknya.

Processed with VSCOcam with t1 preset

Di dalam kepala saya setidaknya ada dua kemungkinan yang mungkin menjadi alasannya : pertama, ia memang kutu buku atau kedua, buku yang dibacanya sangatlah menarik. Kemungkinan kedua inilah yang kemudian membuat saya jadi kepikiran cukup lama. Continue reading “Membaca Hujan Bulan Juni di Dalam Kereta”

Mari Sejenak Membicarakan The Old Man and The Sea

“Dia menangkapnya?”

Malam sudah larut, tidak banyak tersisa pengunjung di Bridge Diner. Teri baru saja datang dan langsung saja duduk di kursi yang sudah biasa ia duduki.

“Ikannya? Ya, ya. Dia berhasil.”

Robert mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang ia baca. Ia menolehkan kepalanya ke arah Teri. Ini adalah kedua kalinya mereka berdua berbicara mengenai buku yang sedang dibaca oleh Robert.

“Akhir yang bahagia.”

Teri sedikit menyunggingkan senyum ketika mengatakannya. Senyum yang sekejap.

“Tidak juga. Si orang tua mengikat ikannya di pinggir perahu, menuju darat. Ikannya berdarah dalam air. Hiu datang dan memakannya hingga tak ada lagi yang tersisa.”

“Sia-sia, kan?”

Robert duduk di pojokan. Di depannya tersusun sendok dan garpu yang tertata dengan rapih. Sebelah tangannya mengetuk-ngetuk pada meja ketika ia menjawab pertanyaan dari Teri.

“Tergantung sudut pandangmu. Orang tua itu bertemu lawan saat dia merasa hidupnya sudah berakhir. Dia melihat dirinya dalam ikan itu. Menghargainya semakin ikan itu berupaya melawan.”

“Kenapa tidak dilepas saja ikannya?”

“Orang tua tetaplah orang tua. Ikan tetaplah ikan. Harus jadi diri sendiri di dunia ini, kan? Apapun yang terjadi.”

The Equalizer (2014).

Bisa jadi salah satu parameter yang bisa menandakan bahwa sebuah karya bisa dianggap klasik adalah ketika berpuluh-puluh tahun sesudah karya itu diterbitkan, orang-orang masih saja membicarakannya seperti ketika karya tersebut baru saja diterbitkan kemarin lusa.

Atau lebih sederhananya mungkin, orang masih bisa menikmati karya-karya tersebut tanpa terbatas oleh waktu. Relevan untuk dinikmati kapan saja.

Setidaknya dalam rentang sebulan terakhir, saya menemukan sebuah film dan novel yang di dalamnya membicarakan tentang salah satu karya klasik milik Ernest Hemingway. Apalagi kalau bukan The Old Man and The Sea. Sebuah novel (atau ada juga yang menyebutnya sebagai novela–novel pendek) yang mengantarkan Ernest Hemingway untuk meraih Nobel Sastra tahun 1954.

IMG_20140419_181527

Continue reading “Mari Sejenak Membicarakan The Old Man and The Sea”

Lima Buku Terbaik Yang Saya Baca di Tahun 2014

Bulan-bulan belakangan, dalam beberapa kali kesempatan, terutama ketika sedang malas untuk makan siang, saya biasa menghabiskan waktu istirahat di kantor dengan membaca buku-buku yang memang dengan sengaja saya bawa dari kost-an. Oleh sebab hampir sebagian besar rekan kerja yang lain menghilang dari meja kerjanya, satu jam waktu istirahat kerja tersebut menjadi momen yang lumayan menyenangkan untuk membaca. Karena sepinya.

Pada sebuah siang dimana hujan lagi deras-derasnya turun mengguyur kota Jakarta, saya sedang membaca laki-laki pemanggul goni (Cerpen Pilihan Kompas 2012) ketika rekan kerja sedivisi saya datang menghampiri dan bertanya mengenai judul buku yang sedang saya baca tersebut.

Ketika kemudian dia bertanya bagus atau tidak bukunya, saya, secara luar-biasa-bodoh-yang-tidak-pada-tempatnya, malah berucap seperti berikut : “Sastra sih, Buk. Ya begitu, bahasa plus ceritanya muter-muter bikin bingung.”

Luar biasa bodoh karena kalimat tersebut telah membikin jarak yang seperti mengaminkan pendapat kebanyakan orang bahwa sastra adalah sesuatu yang sulit untuk dinikmati.

Tapi ya sudahlah. Tahun ini adalah tahun yang lumayan seru buat saya perihal kegiatan baca-membaca. Kalau pada tahun-tahun sebelumnya kebanyaan buku yang saya baca genre-nya adalah fantasi, tahun 2014 menjadi sedikit lebih beragam. Pun beruntung tahun 2014 ini alokasi dana untuk menambah perbendaharaan jumlah buku mendapatkan jatah lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

IMG_20141020_225812

Namun begitu–ini adalah cliche yang sudah kita dengar berulangkali–kecepatan saya dalam menambah jumlah perbendaharaan buku ini jauh melebihi kemampuan (atau kemauan sebetulnya) saya untuk membaca kesemua-muanya. Yang mlangkrak dan tak tersentuh, atau yang nasibnya sedikit lebih baik, sudah tersentuh namun gagal ditamatkan, proporsinya menjadi jauh lebih banyak dari yang terbeli dan terbaca hingga selesai.

Dari proporsi yang sedikit itu, ada beberapa buku yang lumayan berkesan begitu saya membacanya hingga saya baca berulang kali. Ada juga buku yang saya baca dengan kecepatan yang sedemikian lambat karena kemampuan otak yang tidak mampu mencernanya isinya dengan tepat. Duh.

Berikut adalah lima di antara nya : Continue reading “Lima Buku Terbaik Yang Saya Baca di Tahun 2014”

Tumbuh Bersama Si Penyihir Cilik dan Bekas Luka Sambaran Petirnya

Ada sebuah masa yang panjang dimana penyihir adalah sesuatu yang begitu ditakuti, sosok menyeramkan yang dijadikan para orang tua untuk menakuti anak-anaknya agar tidak bermain jauh dari rumah, atau berkeliaran pada malam hari. Dengan personifikasi yang biasanya tidak jauh dari ini; usia renta, muka keriput, hidung bengkok, dan punggung yang bongkok; anak kecil mana coba yang tidak akan jiper membayangkannya. Di belahan bumi manapun, penyihir adalah hal yang tabu untuk dibicarakan.

Hingga pada suatu hari, bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang kesebelas, seorang anak malang dengan bekas luka di dahi, yang setiap hari disia-siakan paman dan bibinya, mendapatkan undangan untuk bersekolah dengan nama yang sama sekali asing buatnya, Hogwarts School.

Maka semenjak hari itu, perihal dunia sihir menyihir sudah tak menjadi sama lagi.

ea1d3-harrypotterandthesorcerersstone Continue reading “Tumbuh Bersama Si Penyihir Cilik dan Bekas Luka Sambaran Petirnya”