Sebuah Foto dan Ingatan Tentang Kawan Baik

Karena membaca tulisan Yasser siang tadi, malam ini saya jadi kepingin melihat lagi foto-foto pendakian gunung yang saya lakukan semasa duduk di bangku SMA. Album foto yang pernah saya unggah di laman Facebook pun segera jadi jujukan.

Pada sebuah foto, tiba-tiba keasyikan saya malam ini terhenti. Sekejap kemudian perca-perca itu seperti hadir di dalam kepala dan mulai menyusun detil-detil peristiwa yang dulu pernah terjadi.

Saya pun menutup mata dan membiarkan momen ini bekerja dengan sendirinya.

Barangkali ini serupa dengan kejadian yang pernah ditulis oleh Zen RS dalam salah satu esainya, Madelaine. Mengenai “involuntary memory” : kenangan yang muncul tiba-tiba karena dipicu suatu hal yang dengan serta merta membangun kembali satu bagian atau totalitas dari masa lalu.

Processed with VSCOcam with f2 preset Continue reading “Sebuah Foto dan Ingatan Tentang Kawan Baik”

Navigasi Darat THA 36 di Gunung Merbabu

Udara dingin kian tak terasa ketika kami berjalan melintasi jalan yang dibentuk meyerupai anak tangga itu. Maklum, beban berat dan jalan menanjak membuat tubuh kami terus menerus mengeluarkan keringat.

Sore itu, kami baru saja meninggalkan Dusun Wekas, sebuah kampung kecil di kaki Merbabu yang sekaligus juga menjadi pintu masuk ke Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Pesona alamnya yang menakjubkan serta merta menjadikan gunung yang berdiri bersebelahan dengan Gunung Merapi ini menjadi favorit pendakian di Provinsi Jawa Tengah.

Hari itu, Sabtu, 24 Januari 2009 kami berlima; saya, Yaser, Kresna, Sonny dan Damara sedang melakukan pendakian ke Gunung Merbabu dalam rangka Pendidikan Lanjut Navigasi Gunung THA XXXVI. Sebuah kegiatan yang diadakan dalam rangka mengenalkan dan memberikan bekal pengetahuan tentang dasar dasar ilmu navigasi darat. Kegiatan ini diperuntukkan bagi angkatan XXXVI, angkatan termuda di THA yang baru sebulan yang lalu telah selesai kami diklat. Continue reading “Navigasi Darat THA 36 di Gunung Merbabu”