Jakarta – Bandung – Garut, Hingga ke Gunung Papandayan

Saya terkesiap, kepala saya tiba tiba terantuk jok kursi yang ada di depan muka ini. Dalam sepersekian detik yang lalu rupanya saya terlelap, tak sengaja tertidur.

Padahal kondisi di dalam mobil ini pengap betul. Saya, juga para penumpang yang lain, tak ubahnya seperti ikan sarden yang dipaksakan masuk ke dalam wadah kalengan oleh bapak sopir angkot, berhimpit tak keruan. Dua orang duduk di samping sopir, di jok tengah ada empat orang, sedang di bagian belakang lima orang berdesakan dengan rapatnya.

Meski begitu, ini bukan hal yang terlalu merisaukan tentu saja, karena toh perjalanan yang harus kami tempuh pun tak terlampau jauh, hanya berkisar satu jam kurang.

Siang itu, pada Sabtu yang cerah di penghujung bulan Agustus, saya bersama enam orang kawan sedang dalam perjalanan menuju Gunung Papandayan. Kami hendak berkemah di sana malam nanti. Continue reading “Jakarta – Bandung – Garut, Hingga ke Gunung Papandayan”