Menapaki Puncak Tertinggi Pulau Lombok

Hamparan awan yang menggulung tampak jelas di kejauhan. Angin masih kencang berhembus, tetap menyiksa tubuh kami yang sudah terbalut beberapa lembar pakaian. Kelelahan di tubuh kami rasanya sudah memuncak, namun puncak Rinjani sudah terlihat sangat jelas di depan mata. Tidak sedikitpun terlintas di pikiran kami untuk menyerah.

515c5-100_8117

Jam di layar handphone sudah menunjukkan pukul 05.00. Venus, sang bintang fajar, masih lamat lamat terlihat di langit sebelah timur. Langit mulai tampak merekah. Cahaya kemerahan yang muncul seperti titik api perlahan mulai mewarnai gelapnya langit. Meskipun begitu, masih terlalu dini bagi kami untuk mematikan headlamp yang kami pakai. Langkah kecil kaki kami masih membutuhkan pemandu dalam meniti curamnya bibir kaldera.

Begitu sampai di sebuah dataran yang cukup landai, kami memutuskan untuk sejenak beristirahat. Nafas kami memburu, berusaha untuk menghirup sebanyak-banyaknya oksigen. Suhu udara yang dingin dan rasa lelah yang luar biasa memaksa tubuh kami membakar kalori yang dimilikinya semaksimal mungkin. Continue reading “Menapaki Puncak Tertinggi Pulau Lombok”